JAKARTA — Universitas Darunnajah berpartisipasi aktif dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026 yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, 5–6 September 2026. Delegasi dipimpin langsung Rektor, Dr. Much Hasan Darojat, bersama Dekan Fakultas Agama Islam, Duna Izfanna, M.Ed., Ph.D., Anas Fauzi, M.Pd., dan Bayu Arief Mahendra, S.H., M.A.

GIHES 2026 adalah forum internasional yang untuk pertama kalinya digelar, sebagai bagian dari rangkaian peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor dengan tema Exploring and Revealing the Islamic Holistic Education System. lebih dari 209 peserta perwakilan dari lembaga hadir, sebagian datang dari Malaysia, Turki, India, Jepang, Nigeria, Mesir, dan Amerika Serikat.
Forum dibuka secara resmi oleh Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani, setelah refleksi pembuka dari Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Drs. K.H. Akrim Mariyat, Dipl.A.Ed. Muzani mengajak hadirin melihat pendidikan sebagai penanaman modal jangka panjang, “Pendidikan adalah investasi peradaban”.
Pemapar kunci pertama, Rektor UNIDA Gontor sekaligus Ketua Panitia Peringatan 100 Tahun Gontor Prof. Dr. K.H. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil., mengurai tiga persoalan pendidikan modern. Ilmu pengetahuan dipisahkan dari agama sehingga siswa tumbuh dengan ruang batin yang kosong. Sekolah terlalu memuja kemampuan berpikir dan mengabaikan sisanya. Akibatnya lulusan pandai secara akademik tetapi lemah dalam bekerja sama, memimpin, dan bertahan menghadapi tekanan.

Menurut Prof. Hamid, kegelisahan serupa sudah lama disuarakan pemikir Barat seperti Pestalozzi, Fröbel, Steiner, dan Montessori. Bedanya, gagasan mereka sebagian besar berhenti sebagai teori atau berjalan sepotong-sepotong, sementara pesantren menjalankannya sekaligus sebagai satu cara hidup. Santri tinggal di asrama, belajar agama dan ilmu umum dalam satu atap, dan dibina intelektual, moral, sekaligus spiritualnya selama 24 jam. Ia menutup dengan definisi al-Raghib al-Isfahani (w. 502 H/1108 M), bahwa at-tarbiyah adalah menumbuhkan sesuatu setahap demi setahap sampai mencapai kesempurnaan.
Dua sidang pleno berikutnya menghadirkan Prof. Dr. Amin Abdullah, Prof. Asep Saepudin Jahar, Ph.D., Prof. Dr. Nuri Tinaz dari Turki, Prof. Dr. Ryoko Tsuneyoshi dari Jepang, Dr. Mahamood Shihab K.M. dari India, dan Prof. Dato’ Ts. Dr. Norazah Mohd Nordin dari Malaysia. Hari pertama ditutup dengan special address Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 H.E. Dr. (H.C.) H. Muhammad Jusuf Kalla dan Gubernur Lemhannas RI Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily.

Bagi FAI UDN, materi forum bersinggungan langsung dengan Program Studi, terutama sejak Program Studi Manajemen Pendidikan Islam membuka konsentrasi Manajemen Pesantren pada tahun akademik 2025/2026. Ada dua tugas utama: Pertama, menerjemahkan praktik pesantren ke dalam bahasa akademik yang bisa dikenal dunia luar. Kedua, menyediakan data, keunggulan pesantren dalam membentuk karakter tidak akan bertahan lama tanpa penelitian dan publikasi yang memadai. (D)
Delegasi UDN mengikuti seluruh rangkaian hari pertama hingga hari kedua, Ahad (6/9/2026), yang diisi sesi Leaders Talk, sidang kelompok kerja, dan penutupan. Panitia menyatakan GIHES akan diselenggarakan kembali sebagai agenda tahunan.
