Pusat Komputer – Fakultas Agama Islam https://fai.darunnajah.ac.id Wed, 19 Aug 2026 15:11:18 +0000 id hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.1 Mahasiswa FAI Universitas Darunnajah Tampil di Next Gen Leaders Regional Jawa-Bali, Asah Kepemimpinan dan Perluas Jejaring Nasional https://fai.darunnajah.ac.id/mahasiswa-fai-universitas-darunnajah-tampil-di-next-gen-leaders-regional-jawa-bali-asah-kepemimpinan-dan-perluas-jejaring-nasional https://fai.darunnajah.ac.id/mahasiswa-fai-universitas-darunnajah-tampil-di-next-gen-leaders-regional-jawa-bali-asah-kepemimpinan-dan-perluas-jejaring-nasional#respond Wed, 19 Aug 2026 15:11:18 +0000 https://fai.darunnajah.ac.id/mahasiswa-fai-universitas-darunnajah-tampil-di-next-gen-leaders-regional-jawa-bali-asah-kepemimpinan-dan-perluas-jejaring-nasional YOGYAKARTA — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Darunnajah Jakarta melalui keikutsertaan M. Ridwan Septian, mahasiswa Kelas Karyawan Manajemen Pendidikan Islam (MPI) 6C, dalam forum kepemimpinan mahasiswa Muslim tingkat regional. Ridwan menjadi representasi mahasiswa Universitas Darunnajah dalam Next Gen Leaders (NGL) Regional Jawa-Bali yang diselenggarakan Gerakan Mahasiswa Hidayatullah (GMH) pada 7–9 Agustus 2026 di Asrama Haji Yogyakarta.

Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari capaian mahasiswa FAI dalam mengembangkan kapasitas diri sekaligus membawa nama universitas di ruang akademik dan kepemimpinan yang lebih luas. NGL mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jawa dan Bali untuk belajar, bertukar gagasan, serta membangun jejaring kepemimpinan dalam semangat “Mahasiswa Muslim Bertalenta Unggul Bersatu untuk Indonesia Emas 2045”.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya, S.Fil., M.Si., dan turut dihadiri Ketua DPP Hidayatullah, KH. Naspi Arsyad, Lc. Kehadiran tokoh nasional tersebut memperkuat pesan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam mempersiapkan generasi pemimpin yang berintegritas, berwawasan luas, dan memiliki kepedulian terhadap persoalan bangsa.

Selama tiga hari, Ridwan bersama peserta lainnya mengikuti rangkaian pembelajaran yang berfokus pada penguatan wawasan dan keterampilan kepemimpinan. Materi yang diberikan meliputi Peradaban Islam, Sejarah Islam di Indonesia, Problem Solving Leadership, Advokasi, Tauhid, dan Literasi Finansial yang dilengkapi dengan diskusi interaktif.

Tidak hanya menerima materi, peserta juga terlibat dalam pembahasan berbagai persoalan aktual di Indonesia, khususnya isu sosial, politik, dan hukum. Forum tersebut menjadi kesempatan bagi Ridwan untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, menyampaikan argumentasi, serta merumuskan gagasan dan solusi secara konstruktif bersama mahasiswa dari berbagai latar belakang.

Peserta NGL berasal dari sejumlah perguruan tinggi, antara lain Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Islam Indonesia, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Keberagaman tersebut menciptakan ruang pertukaran perspektif sekaligus memperluas peluang kolaborasi dan jejaring antarmahasiswa.

Bagi Ridwan, keikutsertaan dalam NGL menjadi pengalaman berharga untuk memperluas wawasan kepemimpinan sekaligus mengembangkan kompetensi yang dapat diterapkan di lingkungan kampus dan masyarakat. Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa FAI Universitas Darunnajah tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik, tetapi juga mampu mengambil peran dalam forum pengembangan kepemimpinan di tingkat regional.

Rangkaian NGL Regional Jawa-Bali kemudian ditutup oleh Kepala Asrama Haji Yogyakarta, Hj. Silvia Roseti, S.E., M.Si., sebagai penanda berakhirnya kegiatan. Keikutsertaan M. Ridwan Septian menjadi salah satu prestasi dan kontribusi membanggakan mahasiswa FAI Universitas Darunnajah, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi, memperluas jejaring, dan mengambil peran dalam forum kepemimpinan nasional.

]]>
https://fai.darunnajah.ac.id/mahasiswa-fai-universitas-darunnajah-tampil-di-next-gen-leaders-regional-jawa-bali-asah-kepemimpinan-dan-perluas-jejaring-nasional/feed 0
Dosen PIAUD Fakultas Agama Islam Universitas Darunnajah Resmi Raih Gelar Doktor https://fai.darunnajah.ac.id/dosen-piaud-fakultas-agama-islam-universitas-darunnajah-resmi-raih-gelar-doktor https://fai.darunnajah.ac.id/dosen-piaud-fakultas-agama-islam-universitas-darunnajah-resmi-raih-gelar-doktor#respond Wed, 12 Aug 2026 16:26:23 +0000 https://fai.darunnajah.ac.id/dosen-piaud-fakultas-agama-islam-universitas-darunnajah-resmi-raih-gelar-doktor Dosen Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Fakultas Agama Islam Universitas Darunnajah, Dwi Puji Lestari, M.Pd., berhasil menyelesaikan ujian terbuka disertasi pada 12 Agustus 2026. Capaian tersebut menjadi momentum membanggakan bagi Universitas Darunnajah sekaligus menandai keberhasilannya menyelesaikan pendidikan doktoral.

Ujian terbuka berlangsung di Gedung Bung Hatta, Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta, pada pukul 09.00–10.30 WIB. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid, yakni secara luring dan daring melalui ruang R. Cyber Learn lantai 6, sehingga dapat diikuti oleh sivitas akademika dan pihak terkait.

Dalam kesempatan tersebut, ia mempresentasikan disertasi berjudul “Model Proyek Berbasis Neuropedagogi untuk Meningkatkan Perilaku Prososial Anak Usia 5–6 Tahun.” Penelitian ini berfokus pada pengembangan model proyek berbasis neuropedagogi sebagai pendekatan untuk meningkatkan perilaku prososial pada anak usia dini.

Proses ujian dipimpin oleh Prof. Dr. Dedi Purwana E.S., M.Bus. selaku ketua, dengan Prof. Dr. Sofia Hartati, M.Si. sebagai sekretaris, serta melibatkan sejumlah anggota penguji, promotor, kopromotor, dan penguji luar. Seluruh penguji memberikan pertanyaan, penilaian, serta masukan akademik terhadap penelitian yang dipresentasikan.

Dari Universitas Darunnajah, turut hadir Rektor Assoc. Prof. Dr. Much Hasan Darojat, Dekan Fakultas Agama Islam, para dosen, serta pengelola sebagai bentuk dukungan terhadap pencapaian akademik tersebut. Kehadiran jajaran universitas juga menunjukkan komitmen institusi dalam mendorong pengembangan kompetensi dan kualitas akademik para dosen.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Universitas Darunnajah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya ujian terbuka dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh penguji yang telah memberikan waktu, perhatian, serta masukan akademik. Ia juga menegaskan pentingnya pencapaian tersebut sebagai bagian dari upaya Universitas Darunnajah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia dan budaya akademik.

Setelah melalui seluruh tahapan ujian, peserta dinyatakan berhasil mempertahankan disertasinya dan secara resmi memperoleh gelar doktor. Hasil ujian juga menetapkan predikat sangat memuaskan”, yang menjadi pengakuan atas capaian akademik dan kualitas penelitian yang telah diselesaikan.

Keberhasilan tersebut diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan anak usia dini, khususnya dalam penerapan pendekatan neuropedagogi. Prestasi ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi Universitas Darunnajah dan motivasi untuk terus meningkatkan budaya akademik serta kualitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi.

]]>
https://fai.darunnajah.ac.id/dosen-piaud-fakultas-agama-islam-universitas-darunnajah-resmi-raih-gelar-doktor/feed 0
Perkuat Mutu Pembelajaran, MPI Universitas Darunnajah dan Universitas Djuanda Bogor Gelar Review RPS dan Bahan Ajar Digital https://fai.darunnajah.ac.id/perkuat-mutu-pembelajaran-mpi-universitas-darunnajah-dan-universitas-djuanda-bogor-gelar-review-rps-dan-bahan-ajar-digital https://fai.darunnajah.ac.id/perkuat-mutu-pembelajaran-mpi-universitas-darunnajah-dan-universitas-djuanda-bogor-gelar-review-rps-dan-bahan-ajar-digital#respond Tue, 11 Aug 2026 16:18:23 +0000 https://fai.darunnajah.ac.id/perkuat-mutu-pembelajaran-mpi-universitas-darunnajah-dan-universitas-djuanda-bogor-gelar-review-rps-dan-bahan-ajar-digital Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Darunnajah melalui Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) menggelar kegiatan Review Pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan Bahan Ajar Digital bersama Program Studi MPI Universitas Djuanda Bogor. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 11 Agustus 2026, mulai pukul 12.30 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Kelas Magister MPI Universitas Darunnajah.

Kegiatan tersebut menjadi forum akademik untuk melakukan evaluasi dan pengembangan perangkat pembelajaran agar semakin relevan dengan kebutuhan mahasiswa serta perkembangan pendidikan di era digital. Kolaborasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya FAI Universitas Darunnajah dalam memperkuat budaya akademik dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran di lingkungan program studi.

Kegiatan dihadiri oleh Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Darunnajah, Duna Izfanna, M.Ed., Ph.D., dan Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Idham, M.Pd., bersama tim akademik dari kedua institusi. Kehadiran pimpinan fakultas dan program studi tersebut menunjukkan komitmen FAI Universitas Darunnajah dalam mendorong pengembangan pembelajaran yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.

Dalam sesi review, peserta membahas berbagai aspek penyempurnaan RPS, mulai dari struktur perkuliahan, capaian pembelajaran, materi, hingga strategi pembelajaran yang dapat diterapkan secara efektif. Pembahasan dilakukan melalui diskusi dan pertukaran gagasan untuk memastikan perangkat pembelajaran memiliki keterkaitan yang kuat antara capaian akademik, kebutuhan mahasiswa, serta kompetensi yang dibutuhkan di dunia pendidikan.

Salah satu materi yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah struktur dan materi perkuliahan Manajemen Bimbingan dan Konseling (BK). Selain meninjau substansi materi, peserta juga mendiskusikan pengembangan bahan ajar berbasis digital sebagai sarana untuk memperluas akses pembelajaran sekaligus meningkatkan interaktivitas dan kemandirian mahasiswa.

Pengembangan bahan ajar digital dipandang penting seiring dengan semakin berkembangnya pemanfaatan teknologi dalam proses pendidikan tinggi. Melalui kolaborasi dengan Universitas Djuanda Bogor, FAI Universitas Darunnajah berupaya membuka ruang pertukaran praktik baik dan pengalaman akademik untuk menghasilkan perangkat pembelajaran yang lebih inovatif, kontekstual, dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Dari kegiatan tersebut diperoleh sejumlah masukan dan rekomendasi yang akan menjadi bahan tindak lanjut dalam penyempurnaan RPS serta pengembangan bahan ajar digital Program Studi MPI. Hasil review diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat implementasi kurikulum yang berorientasi pada capaian kompetensi mahasiswa.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret FAI Universitas Darunnajah dalam membangun ekosistem akademik yang terus berkembang melalui kolaborasi dan evaluasi berkelanjutan. Ke depan, kerja sama akademik semacam ini diharapkan dapat terus diperluas untuk memperkuat mutu pendidikan, inovasi pembelajaran, dan daya saing Program Studi Manajemen Pendidikan Islam di tingkat nasional.

penulis: Winda Rahma & Putri Niar

]]>
https://fai.darunnajah.ac.id/perkuat-mutu-pembelajaran-mpi-universitas-darunnajah-dan-universitas-djuanda-bogor-gelar-review-rps-dan-bahan-ajar-digital/feed 0
Waspada Terhadap Pihak Ketiga Merusak Mahligai Rumah Tangga https://fai.darunnajah.ac.id/waspada-terhadap-pihak-ketiga-merusak-mahligai-rumah-tangga https://fai.darunnajah.ac.id/waspada-terhadap-pihak-ketiga-merusak-mahligai-rumah-tangga#respond Thu, 06 Aug 2026 13:49:35 +0000 https://fai.darunnajah.ac.id/waspada-terhadap-pihak-ketiga-merusak-mahligai-rumah-tangga “Jangan biarkan suara dari luar lebih keras daripada suara pasanganmu.”

Di era media sosial, kehidupan rumah tangga tidak lagi hanya diuji oleh persoalan ekonomi, komunikasi, atau perbedaan karakter. Ada ancaman lain yang sering kali datang secara halus, tetapi memiliki dampak yang sangat besar: intervensi pihak ketiga. Bukan hanya orang ketiga dalam makna perselingkuhan, tetapi juga orang-orang yang gemar membandingkan, menghasut, memberi nasihat tanpa ilmu, hingga membentuk persepsi negatif terhadap pasangan.

Inilah salah satu tema penting yang dibahas dalam Sakinah Talks pada Ahad, 2 Agustus 2026, yang diambil dari buku Baiti Jannati karya Ust. Saifullah Kamalie, Ph.D.. Melalui kisah para salaf, beliau mengingatkan bahwa banyak rumah tangga tidak runtuh karena masalah besar, tetapi karena hati yang perlahan berubah akibat bisikan orang lain.

Rumah Tangga adalah Amanah yang Sangat Agung

Islam memandang pernikahan bukan sekadar hubungan antara dua manusia, melainkan ikatan suci (mītsāqan ghalīẓan) yang dibangun atas dasar kasih sayang dan rahmat Allah.

Allah Swt. berfirman:

“Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri agar kamu memperoleh ketenangan kepadanya. Dia menjadikan di antaramu rasa cinta dan kasih sayang.”

(QS. Ar-Rūm [30]: 21).

Ayat ini menunjukkan bahwa tujuan utama pernikahan adalah menghadirkan sakinah, mawaddah, dan rahmah, bukan sekadar memenuhi kebutuhan biologis ataupun sosial.

Namun, sebagaimana dijelaskan dalam Baiti Jannati, ketenangan itu tidak datang tanpa ujian. Justru ketika sebuah keluarga mulai harmonis, berbagai godaan sering kali hadir dari luar rumah.

Belajar dari Abu Muslim al-Khawlānī

Dalam buku tersebut diceritakan kisah seorang tabi’in besar, Abu Muslim al-Khawlānī, yang dikenal sebagai ahli ibadah dan memiliki kehidupan rumah tangga yang sangat harmonis.

Beliau memiliki kebiasaan sederhana. Setiap memasuki rumah, beliau mengucapkan takbir. Ketika istrinya menjawab takbir tersebut, beliau mengetahui bahwa kondisi rumah dalam keadaan baik. Namun suatu hari, tidak ada jawaban dari sang istri. Setelah ditelusuri, ternyata istrinya baru saja dipengaruhi oleh seorang wanita yang menanamkan perasaan bahwa dirinya diperlakukan seperti pembantu di rumah sendiri.

Hanya dengan beberapa kalimat, persepsi yang sebelumnya baik berubah menjadi rasa kecewa.

Kisah ini mengajarkan bahwa musuh terbesar rumah tangga terkadang bukan pasangan sendiri, tetapi persepsi yang dibangun oleh orang lain.

Psikologi Menjelaskan Mengapa Bisikan Itu Berbahaya

Temuan ini ternyata sejalan dengan penelitian psikologi modern.

Psikolog Amerika John Gottman, melalui penelitiannya mengenai stabilitas pernikahan, menjelaskan bahwa pasangan yang mampu bertahan bukan karena mereka tidak memiliki konflik, melainkan karena mereka menjaga komunikasi positif dan tidak membiarkan pengaruh luar mengendalikan hubungan mereka.

Sementara itu, Dr. Sue Johnson, penggagas Emotionally Focused Therapy (EFT), menyatakan bahwa rasa aman dalam hubungan akan rusak ketika pasangan mulai kehilangan kepercayaan dan lebih mempercayai narasi dari luar dibandingkan komunikasi langsung dengan pasangannya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Dr. Gary Chapman, penulis The Five Love Languages. Menurutnya, kebutuhan terbesar pasangan bukanlah materi, tetapi merasa dipahami, dihargai, dan dicintai. Ketika kebutuhan emosional ini tidak dipenuhi, seseorang menjadi lebih mudah dipengaruhi oleh pihak luar.

Artinya, apa yang telah dijelaskan oleh para ulama sejak berabad-abad lalu ternyata sejalan dengan temuan ilmu psikologi modern.

Iblis Sangat Menyukai Perceraian

Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa salah satu misi terbesar setan adalah memisahkan suami dan istri.

Rasulullah ﷺ bersabda yang artinya:

“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air, lalu mengirim bala tentaranya. Yang paling dekat kedudukannya dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Salah seorang datang dan berkata, ‘Aku telah melakukan ini dan itu.’ Iblis berkata, ‘Engkau belum melakukan apa-apa.’ Kemudian datang yang lain dan berkata, ‘Aku tidak meninggalkannya hingga berhasil memisahkan antara seorang suami dan istrinya.’ Maka Iblis mendekatkannya dan berkata, ‘Engkau yang terbaik.'”
(HR. Muslim).

Hadis ini menunjukkan bahwa merusak rumah tangga merupakan salah satu keberhasilan terbesar Iblis.

Karena itu, Al-Qur’an juga mengingatkan agar manusia berlindung dari bisikan-bisikan yang merusak hubungan antarsesama (QS. An-Nās: 4–6).

Perspektif Ulama: Menjaga Rahasia Rumah Tangga adalah Kewajiban

Dalam perspektif hukum Islam, para ulama menjelaskan bahwa menjaga kehormatan rumah tangga termasuk bagian dari ḥifẓ al-‘irdh (menjaga kehormatan), salah satu tujuan penting syariat.

Imam An-Nawawi ketika menjelaskan hadis tentang larangan membuka rahasia pasangan menegaskan bahwa menyebarkan persoalan rumah tangga kepada orang yang tidak berkepentingan merupakan perbuatan tercela karena dapat menghilangkan kepercayaan dalam keluarga.

Sementara itu, Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni menjelaskan bahwa salah satu bentuk mu’āsyarah bil ma’rūf adalah menjaga kehormatan pasangan, termasuk tidak mempermalukannya di hadapan orang lain.

Dengan demikian, curhat kepada orang yang salah bukan sekadar persoalan etika, tetapi juga dapat bertentangan dengan nilai-nilai syariat apabila membuka aib pasangan tanpa alasan yang dibenarkan.

Apa yang Harus Dilakukan Pasangan?

Buku Baiti Jannati memberikan beberapa langkah preventif yang sangat relevan dengan kehidupan keluarga masa kini.

Pertama, membangun komunikasi harian. Pasangan perlu memiliki waktu khusus untuk saling bertanya tentang kondisi hati, bukan hanya membicarakan kebutuhan rumah tangga.

Kedua, mengenali perubahan emosional pasangan. Perubahan kecil sering kali menjadi tanda awal adanya masalah yang lebih besar.

Ketiga, menjaga privasi keluarga. Tidak semua persoalan layak dipublikasikan kepada teman, media sosial, atau bahkan keluarga besar.

Keempat, memperbanyak doa. Abu Muslim al-Khawlānī tidak membalas pengaruh buruk dengan kemarahan, melainkan dengan doa dan tawakal kepada Allah.

Jadikan Rumah Sebagai Surga Dunia

Pada akhirnya, rumah yang bahagia bukanlah rumah tanpa masalah. Rumah yang bahagia adalah rumah yang menjadikan iman sebagai fondasi, ilmu sebagai cahaya, ketakwaan sebagai pagar, komunikasi sebagai jembatan, dan doa sebagai penguat hubungan.

Sebagaimana dijelaskan dalam Baiti Jannati, surga dunia tidak hadir karena pasangan yang sempurna, tetapi karena dua orang yang terus memilih untuk menjaga amanah pernikahan setiap hari. Ketika iman, ilmu, dan ketakwaan menjadi pondasi keluarga, maka rumah akan menjadi tempat pulang yang menenangkan sekaligus menjadi madrasah pertama bagi lahirnya generasi terbaik.

Penutup

Di tengah derasnya arus informasi dan media sosial, setiap pasangan perlu lebih selektif terhadap suara-suara yang masuk ke dalam rumah tangga. Jangan sampai komentar orang lain lebih dipercaya daripada pasangan sendiri.

Mari menjadikan keluarga sebagai Baiti Jannati—rumah yang dipenuhi zikir, dihiasi komunikasi yang sehat, dikuatkan oleh ilmu, dijaga dengan ketakwaan, dan selalu bergantung kepada pertolongan Allah. Karena rumah yang baik bukan hanya melahirkan keluarga yang bahagia, tetapi juga melahirkan peradaban yang mulia.

Oleh. Delpa Firdaus, M. H

]]>
https://fai.darunnajah.ac.id/waspada-terhadap-pihak-ketiga-merusak-mahligai-rumah-tangga/feed 0
Dua Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Darunnajah Lulus Program Bantuan Penelitian Berbasis SBK Kementerian Agama RI Tahun 2026 https://fai.darunnajah.ac.id/dua-dosen-fakultas-agama-islam-universitas-darunnajah-lulus-program-bantuan-penelitian-berbasis-sbk-kementerian-agama-ri-tahun-2026 https://fai.darunnajah.ac.id/dua-dosen-fakultas-agama-islam-universitas-darunnajah-lulus-program-bantuan-penelitian-berbasis-sbk-kementerian-agama-ri-tahun-2026#respond Wed, 05 Aug 2026 10:53:08 +0000 https://fai.darunnajah.ac.id/dua-dosen-fakultas-agama-islam-universitas-darunnajah-lulus-program-bantuan-penelitian-berbasis-sbk-kementerian-agama-ri-tahun-2026 Jakarta — 05 Agustus 2026, Kabar membanggakan datang dari Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Darunnajah. Dua dosen FAI berhasil lulus pada Program Penerimaan Bantuan Penelitian Berbasis Standar Biaya Keluaran (SBK) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2026.
Dua dosen tersebut adalah Dr. Dwi Puji Lestari, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan Farah Diba, M.I.Kom., dosen Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI).
Dwi Puji Lestari, M.Pd. berhasil lulus melalui penelitian berjudul “Pengembangan Buku Cerita Bergambar Berbasis Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Sikap Moderasi Beragama Anak Usia 5–6 Tahun di Raudhatul Athfal (RA) Jakarta.” Penelitian ini berfokus pada pengembangan media cerita berbasis kearifan lokal untuk mendukung penanaman nilai-nilai moderasi beragama sejak usia dini.


Sementara itu, Farah Diba, M.I.Kom., berhasil lulus melalui penelitian berjudul “Smart System sebagai Solusi untuk Kesenjangan Komunikasi Digital Partisipatif di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta.” Penelitian ini berfokus pada pengembangan sistem digital untuk mendukung komunikasi yang lebih efektif dan partisipatif di lingkungan pesantren.


Kelulusan kedua dosen tersebut menjadi capaian penting bagi FAI Universitas Darunnajah dalam memperkuat budaya penelitian dan inovasi. Kedua penelitian juga mencerminkan pengembangan pendidikan Islam integratif yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, baik melalui penguatan moderasi beragama dan karakter sejak usia dini maupun melalui transformasi digital dalam pengelolaan pendidikan Islam.
Capaian ini sejalan dengan visi Fakultas Agama Islam Universitas Darunnajah, yaitu “Menjadi pusat keunggulan pendidikan Islam integratif tingkat internasional dalam melahirkan sarjana yang berakhlak mulia.” Penguatan penelitian yang inovatif, kontekstual, dan berdampak menjadi bagian penting dalam membangun keunggulan akademik serta mendukung terwujudnya pendidikan Islam yang relevan dengan perkembangan zaman.
Keberhasilan Dwi Puji Lestari dan Farah Diba diharapkan menjadi motivasi bagi dosen-dosen FAI Universitas Darunnajah untuk terus meningkatkan kualitas penelitian, publikasi, inovasi, dan kontribusi dalam pengembangan pendidikan Islam.
Selamat kepada Dr. Dwi Puji Lestari, M.Pd. dan Farah Diba, M.I.Kom. atas kelulusan pada Program Penerimaan Bantuan Penelitian Berbasis Standar Biaya Keluaran (SBK) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Tahun 2026. Semoga penelitian yang dilaksanakan memberikan manfaat dan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan Islam dan masyarakat.

]]>
https://fai.darunnajah.ac.id/dua-dosen-fakultas-agama-islam-universitas-darunnajah-lulus-program-bantuan-penelitian-berbasis-sbk-kementerian-agama-ri-tahun-2026/feed 0
Gugus Mutu dan LP2M Fakultas Agama Islam melakukan Studi Tiru Penyelenggaraan Desa Binaan di Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAI-PG) Universitas Djuanda https://fai.darunnajah.ac.id/gugus-mutu-dan-lp2m-fakultas-agama-islam-melakukan-studi-tiru-penyelenggaraan-desa-binaan-di-fakultas-agama-islam-dan-pendidikan-guru-fai-pg-universitas-djuanda https://fai.darunnajah.ac.id/gugus-mutu-dan-lp2m-fakultas-agama-islam-melakukan-studi-tiru-penyelenggaraan-desa-binaan-di-fakultas-agama-islam-dan-pendidikan-guru-fai-pg-universitas-djuanda#respond Tue, 04 Aug 2026 15:49:25 +0000 https://fai.darunnajah.ac.id/gugus-mutu-dan-lp2m-fakultas-agama-islam-melakukan-studi-tiru-penyelenggaraan-desa-binaan-di-fakultas-agama-islam-dan-pendidikan-guru-fai-pg-universitas-djuanda Bogor, 04 Agustus 2026 — Universitas Darunnajah melaksanakan kegiatan studi tiru program Desa Binaan di Universitas Djuanda, Bogor, pada Senin (4/8/2026). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperoleh pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan program Desa Binaan yang dapat dikembangkan di lingkungan Universitas Darunnajah.

Kegiatan studi tiru tersebut disambut oleh Dekan Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru Universitas Djuanda, Dr. Abdul Kholik, S.Pd., M.Pd.I. Dalam sambutannya, disampaikan pengalaman Universitas Djuanda dalam mengembangkan program pembinaan desa secara intensif dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Dwi Puji Lestari, S.Pd.I., M.Pd., selaku Gugus Mutu dan LP2M Fakultas Agama Islam, secara khusus menggali informasi mengenai mekanisme pelaksanaan Desa Binaan di Universitas Djuanda. Pertanyaan yang disampaikan mencakup bagaimana proses penetapan desa binaan, dasar pemilihan desa, mekanisme identifikasi kebutuhan masyarakat, bentuk pendampingan yang dilakukan, serta keterlibatan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Menanggapi hal tersebut, pihak Universitas Djuanda menjelaskan bahwa program Desa Binaan dilaksanakan secara intensif dengan melibatkan mahasiswa melalui kegiatan KKN. Pembinaan desa tidak hanya dilakukan dalam bentuk kegiatan sesaat, tetapi diarahkan pada proses pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa.

Salah satu hal penting yang menjadi perhatian dalam mekanisme Desa Binaan Universitas Djuanda adalah penggunaan data sebagai dasar penyusunan program. Universitas Djuanda memanfaatkan data yang tersedia di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi dan kebutuhan desa. Data tersebut kemudian menjadi salah satu dasar dalam menentukan bentuk pembinaan dan program yang akan dilaksanakan.

Pendekatan berbasis data memungkinkan program Desa Binaan lebih tepat sasaran karena kegiatan yang dirancang tidak hanya berdasarkan asumsi perguruan tinggi, tetapi mempertimbangkan kondisi dan permasalahan nyata yang dihadapi masyarakat. Dengan demikian, perguruan tinggi dapat menyesuaikan kompetensi akademik yang dimiliki dengan kebutuhan pembangunan desa.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa melalui KKN turut berperan dalam proses pembinaan masyarakat. Mahasiswa ditempatkan sebagai bagian dari proses pemberdayaan dengan melaksanakan program sesuai dengan kebutuhan desa, sementara perguruan tinggi memberikan pendampingan dan penguatan agar program dapat berjalan secara terarah.

Setelah memperoleh informasi mengenai mekanisme Desa Binaan, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penjajakan kerja sama antara Gugus Mutu dan LP2M fakultas dan LP2M Universitas Darunnajah dengan Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru Universitas Djuanda, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Penjajakan tersebut membuka peluang bagi pengembangan penelitian kolaboratif antardosen serta pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat secara bersama. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat mendukung pengembangan Desa Binaan melalui pemanfaatan hasil penelitian dan kepakaran dosen dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

Bagi Fakultas Agama Islam Universitas Darunnajah, kegiatan studi tiru ini menjadi momentum penting untuk memperoleh gambaran yang lebih konkret mengenai tata kelola Desa Binaan sekaligus membangun jejaring kelembagaan dengan Universitas Djuanda. Informasi yang diperoleh selanjutnya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merancang mekanisme Desa Binaan yang berbasis data, sesuai kebutuhan masyarakat, melibatkan mahasiswa, serta memiliki keberlanjutan.

Kegiatan studi tiru ini menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, mahasiswa, dan masyarakat dalam mengembangkan program Desa Binaan. Melalui pendekatan yang berbasis data, kebutuhan masyarakat, kolaborasi, dan pendampingan berkelanjutan, program Desa Binaan diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pemberdayaan dan pembangunan masyarakat. (dpl)

 

]]>
https://fai.darunnajah.ac.id/gugus-mutu-dan-lp2m-fakultas-agama-islam-melakukan-studi-tiru-penyelenggaraan-desa-binaan-di-fakultas-agama-islam-dan-pendidikan-guru-fai-pg-universitas-djuanda/feed 0
Muhasabah Istri sebagai Fondasi Membangun Keluarga Sakinah: Refleksi Spiritual Menuju Keharmonisan Rumah Tangga https://fai.darunnajah.ac.id/muhasabah-istri-sebagai-fondasi-membangun-keluarga-sakinah-refleksi-spiritual-menuju-keharmonisan-rumah-tangga https://fai.darunnajah.ac.id/muhasabah-istri-sebagai-fondasi-membangun-keluarga-sakinah-refleksi-spiritual-menuju-keharmonisan-rumah-tangga#respond Thu, 30 Jul 2026 08:40:46 +0000 https://fai.darunnajah.ac.id/muhasabah-istri-sebagai-fondasi-membangun-keluarga-sakinah-refleksi-spiritual-menuju-keharmonisan-rumah-tangga Islam memandang pernikahan sebagai sebuah ibadah yang memiliki tujuan luhur, yaitu membangun kehidupan yang penuh ketenangan (sakinah), cinta (mawaddah), dan kasih sayang (rahmah). Allah Swt. berfirman:

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.” (QS. Ar-Rum: 21).

Ayat tersebut menunjukkan bahwa kebahagiaan rumah tangga bukanlah sesuatu yang hadir secara otomatis, melainkan harus terus dipelihara melalui komitmen, komunikasi, serta perbaikan diri yang berkesinambungan.

Dalam konteks tersebut, muhasabah menjadi salah satu konsep penting dalam pendidikan Islam. Muhasabah merupakan aktivitas mengevaluasi diri terhadap seluruh amal, sikap, dan perilaku sebelum seseorang dihisab oleh Allah pada hari akhir. Konsep ini tidak hanya berlaku dalam kehidupan pribadi, tetapi juga dalam kehidupan keluarga.

Buku Baiti Jannati karya Ust. Saifullah Kamalie, Ph.D. menghadirkan pendekatan yang sangat menarik melalui “100 Pertanyaan Muhasabah untuk Istri”. Penulis tidak menyampaikan nasihat dalam bentuk perintah, melainkan melalui pertanyaan-pertanyaan reflektif yang mengajak setiap istri melakukan introspeksi secara jujur terhadap kualitas dirinya sebagai pendamping hidup. Penulis menegaskan bahwa muhasabah bukan untuk menghakimi, melainkan sebagai sarana bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Muhasabah dalam Perspektif Islam

Secara bahasa, muhasabah berasal dari kata hasaba yang berarti menghitung atau mengevaluasi. Dalam terminologi Islam, muhasabah berarti proses mengoreksi diri terhadap amal yang telah dilakukan agar senantiasa berada di jalan yang diridhai Allah.

Umar bin Khattab ra. pernah berkata:

“Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab, dan timbanglah amalmu sebelum amalmu ditimbang.”

Perkataan tersebut menjadi dasar penting bahwa seorang muslim tidak boleh merasa puas terhadap amal yang telah dilakukan, tetapi senantiasa memperbaiki kualitas dirinya.

Dalam rumah tangga, muhasabah menjadi sarana untuk mengevaluasi sejauh mana hak dan kewajiban pasangan telah dilaksanakan secara optimal.

 

Muhasabah sebagai Pendidikan Karakter Seorang Istri

Salah satu keunggulan buku Baiti Jannati adalah penyusunan seratus pertanyaan yang dibagi ke dalam lima dimensi utama kehidupan rumah tangga, yaitu:

  1. Cinta dan kelembutan.
  2. Rumah dan keharmonisan.
  3. Ketaatan dan tanggung jawab.
  4. Adab, akhlak, serta kesabaran.
  5. Keimanan dan visi rumah tangga.
    Pembagian tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan seorang istri tidak hanya diukur dari kemampuan mengurus pekerjaan domestik, tetapi juga dari kualitas spiritual, emosional, intelektual, dan sosialnya.

Pertanyaan-pertanyaan yang disusun penulis mendorong lahirnya kesadaran bahwa cinta bukan hanya perasaan, melainkan pilihan yang harus diperbarui setiap hari melalui perhatian, penghormatan, doa, komunikasi yang lembut, dan pelayanan yang penuh keikhlasan. Hal ini tampak dari bagian awal buku yang mengajak istri menjadi sumber ketenangan, menjaga rahasia suami, menghiasi diri dengan akhlak mulia, serta terus berupaya membahagiakan pasangan.

Rumah Tangga sebagai Madrasah Pertama

Buku ini juga menegaskan bahwa rumah bukan sekadar tempat tinggal, melainkan pusat pendidikan iman.

Penulis menekankan pentingnya menjaga kebersihan rumah, memperbanyak tilawah Al-Qur’an, menghadirkan suasana yang tenang, mengelola keuangan secara bijaksana, serta menjaga rumah dari berbagai bentuk kemaksiatan. Rumah yang dipenuhi dzikir akan menghadirkan keberkahan dan ketenteraman bagi seluruh anggota keluarga.

Konsep tersebut selaras dengan firman Allah Swt.:

“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6).

Ayat ini menunjukkan bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama yang menentukan kualitas generasi berikutnya.

Akhlak sebagai Pilar Keharmonisan Pernikahan

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik kepada keluargaku.” (HR. Tirmidzi).

Hadis tersebut memperlihatkan bahwa ukuran keberhasilan seseorang tidak hanya dilihat dari ibadah ritual, tetapi juga dari kualitas akhlaknya di dalam rumah.

Dalam buku Baiti Jannati, aspek akhlak mendapat perhatian yang sangat besar. Penulis mengajak istri untuk menjaga lisan, tidak mempermalukan suami, mudah meminta maaf, bersabar terhadap kekurangan pasangan, serta membangun komunikasi yang penuh kelembutan. Semua itu dipandang sebagai bentuk ibadah yang bernilai tinggi di sisi Allah.
Konsep ini diperkuat oleh hadis Rasulullah ﷺ:

“Tidaklah kelembutan ada pada sesuatu melainkan akan menghiasinya.” (HR. Muslim).

Dengan demikian, kelembutan bukan sekadar sifat pribadi, melainkan strategi pendidikan keluarga yang mampu memperkuat ikatan emosional antara suami, istri, dan anak.

Muhasabah sebagai Sarana Membangun Keluarga Sakinah

Yang menarik dari buku ini adalah penulis tidak menempatkan muhasabah sebagai alat untuk menyalahkan perempuan.

Sebaliknya, muhasabah dipahami sebagai bentuk cinta kepada diri sendiri dan kepada keluarga. Pertanyaan-pertanyaan yang disusun bertujuan membantu istri melihat ruang-ruang perbaikan sehingga mampu menjadi pribadi yang semakin bertakwa dan semakin dicintai keluarganya.

Pada bagian penutup, penulis menegaskan bahwa tidak ada istri maupun suami yang sempurna. Yang membedakan manusia adalah kemauan untuk terus memperbaiki diri melalui evaluasi yang berkesinambungan. Penulis juga mengutip pandangan Imam Al-Ghazali bahwa hati yang senantiasa bermuhasabah adalah hati yang hidup.

Paradigma tersebut sangat relevan dengan pendekatan psikologi keluarga modern yang menempatkan refleksi diri (self-reflection) sebagai salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas hubungan interpersonal.

Penutup

Muhasabah merupakan salah satu instrumen pendidikan ruhani yang sangat penting dalam membangun keluarga Islami. Buku Baiti Jannati karya Ust. Saifullah Kamalie, Ph.D. menghadirkan pendekatan yang unik melalui seratus pertanyaan reflektif yang mengajak setiap istri mengevaluasi kualitas cinta, tanggung jawab, akhlak, serta hubungan spiritualnya dengan Allah dan keluarganya.

Muhasabah yang dilakukan secara konsisten akan melahirkan pribadi yang rendah hati, mudah memperbaiki kesalahan, serta mampu menciptakan rumah tangga yang dipenuhi ketenangan, kasih sayang, dan keberkahan. Pada akhirnya, tujuan pernikahan dalam Islam bukan hanya kebahagiaan dunia, tetapi juga kebersamaan menuju ridha Allah dan surga-Nya.

Oleh: Delpa Firdaus, S.Sy., M.H

]]>
https://fai.darunnajah.ac.id/muhasabah-istri-sebagai-fondasi-membangun-keluarga-sakinah-refleksi-spiritual-menuju-keharmonisan-rumah-tangga/feed 0
Universitas Darunnajah Resmi Jalin Kerja Sama dengan Japan Da’wah Centre guna Perkuat Kolaborasi Akademik Internasional https://fai.darunnajah.ac.id/universitas-darunnajah-resmi-jalin-kerja-sama-dengan-japan-dawah-centre-guna-perkuat-kolaborasi-akademik-internasional-2 https://fai.darunnajah.ac.id/universitas-darunnajah-resmi-jalin-kerja-sama-dengan-japan-dawah-centre-guna-perkuat-kolaborasi-akademik-internasional-2#respond Tue, 28 Jul 2026 15:01:35 +0000 https://fai.darunnajah.ac.id/universitas-darunnajah-resmi-jalin-kerja-sama-dengan-japan-dawah-centre-guna-perkuat-kolaborasi-akademik-internasional-2 Universitas Darunnajah menerima kunjungan resmi delegasi Japan Da’wah Centre (JDC) sekaligus melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Selasa, 28 Juli 2026, bertempat di Kelas Magister Manajemen Pendidikan Islam Universitas Darunnajah. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring internasional melalui kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia yang berdaya saing global.

Acara tersebut dihadiri oleh Rektor Universitas Darunnajah Assoc. Prof. Dr. Much. Hasan Darojat, Wakil Rektor III Dr. Muhammad Irfanudin Kurniawan, M.Ag., Dekan Fakultas Agama Islam Duna Izfanna, M.Ed., Ph.D., beserta jajaran pengelola Universitas Darunnajah. Sementara itu, delegasi Japan Da’wah Centre terdiri atas Dani Dwi Saputra, S.P. selaku Global Strategist, Amalia Dewi Prameswari, S.Sos. sebagai Multimedia and Internship, serta Yoviananto Putra Hadi dari divisi Multimedia.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Darunnajah yang menyampaikan apresiasi atas kunjungan Japan Da’wah Centre ke Universitas Darunnajah. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan ketertarikannya terhadap berbagai program yang dikembangkan JDC serta menyampaikan bahwa kerja sama ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam berbagai bidang, tidak hanya program internship mahasiswa, tetapi juga penyelenggaraan konferensi internasional, penelitian bersama (joint research) antardosen, program visiting lecturer, hingga pengembangan kapasitas santri Pondok Pesantren Darunnajah.

Pada sesi presentasi, Dani Dwi Saputra, S.P., memaparkan profil Japan Da’wah Centre sebagai organisasi nonpemerintah yang berbasis di Osaka, Jepang, yang berperan sebagai jembatan kerja sama antara Indonesia dan Jepang melalui bidang dakwah, pendidikan, pelatihan, serta pengembangan generasi muda. JDC juga aktif membangun jejaring dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan Jepang serta menghadirkan program-program internasional yang mendorong pertukaran wawasan, pengalaman akademik, dan pemahaman lintas budaya.

Selain memperkenalkan profil lembaga, delegasi JDC juga menjelaskan berbagai program unggulan yang dapat diikuti mahasiswa, di antaranya program pelatihan dan internship di Jepang, program keluarga angkat (host family), koordinasi program ilmiah dan dakwah, seminar internasional, workshop kepemimpinan, hingga penelitian bersama. Berbagai program tersebut dirancang untuk membekali peserta dengan pengalaman akademik, profesional, dan budaya sehingga mampu meningkatkan kompetensi serta daya saing lulusan di tingkat internasional.

Sebagai tindak lanjut dari kerja sama tersebut, Fakultas Agama Islam Universitas Darunnajah menyampaikan bahwa tiga mahasiswa telah dinyatakan siap mengikuti program Japan Da’wah Centre dan dijadwalkan berangkat ke Jepang pada Oktober 2026, yaitu Muhammad Alif Rahman S, Ahmad Muhtadi Al Fadhil, dan Nabila Azzahra. Keikutsertaan ketiga mahasiswa tersebut menjadi implementasi awal dari kemitraan yang telah terjalin sekaligus menjadi bukti komitmen Fakultas Agama Islam dalam mendorong mahasiswa memperoleh pengalaman belajar dan pengembangan kompetensi di lingkungan internasional.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Darunnajah dan Japan Da’wah Centre menjadi tonggak awal kerja sama yang diharapkan terus berkembang pada berbagai bidang strategis. Melalui sinergi ini, kedua institusi optimistis dapat memperluas jejaring akademik global, menghadirkan program-program inovatif yang berkelanjutan, serta mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, dakwah, dan peradaban di tingkat internasasional.

]]>
https://fai.darunnajah.ac.id/universitas-darunnajah-resmi-jalin-kerja-sama-dengan-japan-dawah-centre-guna-perkuat-kolaborasi-akademik-internasional-2/feed 0
Fakultas Agama Islam Universitas Darunnajah Perkuat Transformasi Akademik melalui In-House Training https://fai.darunnajah.ac.id/fakultas-agama-islam-universitas-darunnajah-perkuat-transformasi-akademik-melalui-in-house-training https://fai.darunnajah.ac.id/fakultas-agama-islam-universitas-darunnajah-perkuat-transformasi-akademik-melalui-in-house-training#respond Tue, 21 Jul 2026 17:48:21 +0000 https://fai.darunnajah.ac.id/fakultas-agama-islam-universitas-darunnajah-perkuat-transformasi-akademik-melalui-in-house-training Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Darunnajah turut berpartisipasi dalam In-House Training (IHT) Dosen dan Pengelola Universitas Darunnajah yang diselenggarakan pada Selasa, 21 Juli 2026, di Aula Ibnu Rusyd, Universitas Darunnajah. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kapasitas dosen, menyelaraskan arah pengembangan universitas, serta membangun sistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dengan tetap berlandaskan nilai-nilai pendidikan Islam dan tradisi kepesantrenan.

Sesi pertama diawali dengan penyampaian materi oleh Assoc. Prof. Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si. yang mengulas sejarah panjang perjalanan Darunnajah hingga berdirinya Universitas Darunnajah. Beliau menjelaskan bahwa perjalanan tersebut berawal dari visi besar pendiri Darunnajah, K.H. Abdul Manaf Mukhayyar, yang memiliki cita-cita menghadirkan lembaga pendidikan Islam yang memadukan keunggulan ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, serta semangat dakwah dan pengabdian kepada umat.

Dalam pemaparannya, K.H. Sofwan Manaf juga menceritakan salah satu peristiwa penting yang menjadi titik balik perkembangan Darunnajah, yakni pertemuan K.H. Abdul Manaf Mukhayyar dengan K.H. Mahrus Amin. Melalui pertemuan tersebut, K.H. Abdul Manaf Mukhayyar memperoleh arahan dan dorongan untuk memperdalam sistem pendidikan pesantren modern, yang kemudian membawanya mengenal Pondok Modern Gontor pada tahun 1959. Pengalaman tersebut menjadi inspirasi dalam membangun sistem pendidikan Darunnajah yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, kepemimpinan, kedisiplinan, kemandirian, dan semangat wakaf, yang hingga kini tetap menjadi identitas Universitas Darunnajah.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Dr. (Cand.) K.H. Hadiyanto Arief, S.H., M.Bs., Presiden Universitas Darunnajah, dengan tema “Mengajar di Zaman Ketika Mesin Bersedia Berpikir untuk Kita.” Dalam paparannya, beliau mengajak seluruh dosen untuk memandang perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan sebagai pengganti proses berpikir mahasiswa. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari produk akademik yang dihasilkan, tetapi terutama dari proses berpikir kritis, refleksi, dan kemampuan mahasiswa membangun pengetahuan secara mandiri.

Presiden Universitas juga memperkenalkan konsep Oxbridge sebagai model pendidikan yang menitikberatkan pada tutorial intensif, dialog ilmiah, pembimbingan personal, dan asesmen berbasis proses. Beliau menjelaskan bahwa pendekatan tersebut memiliki kesamaan filosofi dengan tradisi pedagogi pesantren seperti sorogan, musyawarah, bahtsul masail, tahfizh, dan amaliyah tadris, sehingga Universitas Darunnajah memiliki modal yang kuat untuk menghadirkan sistem pembelajaran unggul yang memadukan khazanah pendidikan Islam dengan sains pembelajaran modern.

Pada sesi berikutnya, Assoc. Prof. Dr. Much. Hasan Darojat, selaku Rektor Universitas Darunnajah, menyampaikan arahan strategis mengenai restrukturisasi organisasi fakultas sebagai bagian dari penguatan tata kelola universitas. Beliau menegaskan bahwa penataan struktur organisasi merupakan langkah penting dalam meningkatkan efektivitas koordinasi, memperjelas fungsi setiap unit akademik, serta memperkuat sinergi antarfakultas agar pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat berjalan lebih optimal dan selaras dengan visi pengembangan Universitas Darunnajah.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Anas Fauzi, M.Pd. dari Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Darunnajah menyampaikan sosialisasi mengenai Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Struktur Pengelola Tahun Akademik 2026/2027. Materi tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada seluruh pengelola akademik mengenai pembagian tugas, tanggung jawab, serta mekanisme koordinasi dalam struktur organisasi yang baru, sehingga tata kelola universitas dapat berjalan secara efektif, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.

Keikutsertaan Fakultas Agama Islam dalam In-House Training ini menjadi wujud komitmen fakultas dalam mendukung transformasi pendidikan tinggi yang inovatif dan berkelanjutan. Melalui penguatan kompetensi dosen, pembaruan tata kelola kelembagaan, serta pengembangan model pembelajaran yang memadukan nilai-nilai kepesantrenan dengan kemajuan teknologi, FAI Universitas Darunnajah optimistis mampu mencetak lulusan yang berintegritas, adaptif, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta kemajuan pendidikan Islam di tingkat nasional maupun internasional.

]]>
https://fai.darunnajah.ac.id/fakultas-agama-islam-universitas-darunnajah-perkuat-transformasi-akademik-melalui-in-house-training/feed 0
Belajar Langsung dari Pakar, Mahasiswa FAI Ikuti Workshop Manajemen Ekonomi Pesantren https://fai.darunnajah.ac.id/belajar-langsung-dari-pakar-mahasiswa-fai-ikuti-workshop-manajemen-ekonomi-pesantren https://fai.darunnajah.ac.id/belajar-langsung-dari-pakar-mahasiswa-fai-ikuti-workshop-manajemen-ekonomi-pesantren#respond Sun, 05 Jul 2026 10:01:39 +0000 https://fai.darunnajah.ac.id/belajar-langsung-dari-pakar-mahasiswa-fai-ikuti-workshop-manajemen-ekonomi-pesantren JAKARTA, 2 Juli 2026 – Mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Darunnajah mengikuti Workshop Manajemen Ekonomi Pesantren yang diselenggarakan di Aula Al-Ghazali, Universitas Darunnajah, Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan mahasiswa mengenai tata kelola ekonomi pesantren, manajemen keuangan lembaga pendidikan Islam, serta pengembangan ekonomi syariah yang berkelanjutan.

Workshop menghadirkan para akademisi, praktisi ekonomi syariah, dan pengelola pesantren yang membagikan pengalaman serta strategi dalam membangun kemandirian ekonomi lembaga pendidikan Islam. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai pentingnya tata kelola yang profesional sebagai fondasi keberlanjutan pesantren di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.

Kegiatan dibuka oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, Dr. (Cand.) K.H. Hadiyanto Arief, S.H., M.Bs., yang menegaskan pentingnya membangun pesantren yang unggul tidak hanya dalam pendidikan dan pembinaan akhlak, tetapi juga mandiri secara ekonomi. Rektor Universitas Darunnajah, Assoc. Prof. Dr. Much Hasan Darojat, dalam sambutannya juga menekankan bahwa penguatan manajemen menjadi salah satu kunci kemajuan lembaga pendidikan Islam.

Pada sesi keynote, K.H. Muhammad Cholil Nafis, Lc., M.A., Ph.D., menjelaskan peran strategis pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, sekaligus pemberdayaan ekonomi umat. Ia menekankan bahwa pengelolaan aset, wakaf, dan unit usaha berbasis syariah perlu didukung oleh sistem tata kelola yang akuntabel agar mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Sementara itu, Prof. Dr. Irfan Syauqi Beik, S.P., M.Sc.Ec., Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University, memaparkan potensi zakat dan wakaf sebagai sumber pembiayaan pendidikan yang berkelanjutan. Pada sesi berikutnya, Ustadz Fahd Noor, M.E., Bendahara Yayasan Darunnajah, membahas pentingnya sistem manajemen keuangan, pengendalian internal, serta diversifikasi sumber pendanaan dalam mendukung kemandirian ekonomi pesantren.

Bagi mahasiswa FAI Universitas Darunnajah, workshop ini menjadi pengalaman belajar yang memperkaya pemahaman tentang pengelolaan lembaga pendidikan Islam secara profesional. Materi yang disampaikan para narasumber memberikan gambaran mengenai praktik nyata tata kelola keuangan, pengembangan unit usaha pesantren, serta pemanfaatan instrumen ekonomi syariah untuk mendukung keberlangsungan pendidikan.

Keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan ini sejalan dengan komitmen Fakultas Agama Islam Universitas Darunnajah untuk memperkuat kompetensi akademik melalui pembelajaran yang terintegrasi dengan praktik lapangan. Wawasan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam mengembangkan tata kelola lembaga pendidikan Islam yang profesional, mandiri, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

]]>
https://fai.darunnajah.ac.id/belajar-langsung-dari-pakar-mahasiswa-fai-ikuti-workshop-manajemen-ekonomi-pesantren/feed 0